Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia
Sub Unit PGSD FIP Universitas Negeri Semarang

Jumat, 26 Januari 2018

Hari ke-10 Diklatsar dan Gladi Tangguh KSR PGSD Unnes

Upacara Penutupan Diklatsar dan Gladi Tangguh KSR PGSD Angkatan XXXII
 

        25 Januari 2018 – Hari terakhir Diklatsar dan Gladi Tangguh Angkatan XXXII yang diakhiri dengan serangkaian kegiatan upacara penutupan. Setelah hari sebelumnya para peserta mengikuti kegiatan Gladi Tangguh dengan pematangan materi selama sepuluh hari Diklatsar, maka pada pagi hari bertempat di Auditorium PGSD diadakan kegiatan upacara penutupan Diklatsar dan Gladi Tangguh Tahun 2018. 
         Kegiatan upacara penutupan dilaksanakan pada pukul 09.30 WIB yang dihadiri oleh Perwakilan PMI Kota Semarang Bapak Awal, Ketua Jurusan PGSD Bapak Isa, Dosen Pembina KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes Ibu Desi, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan inti upacara penutupan Diklatsar dan Gladi Tangguh 2018 yaitu pembacaan dialog pelantikan yang dibacakan oleh Bapak Awal dan ditirukan oleh peserta dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta oleh Bapak Isa Anshori sebagai tanda bahwa para peserta telah resmi menjadi anggota korps sukarela PMI serta tanda bahwa kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh telah berakhir. Setelah itu, dilanjutkan dengan penyerahan bendera kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh dari Bapak Awal Prasetyo sebagai perwakilan dari PMI Kota Semarang kepada Ketua Jurusan PGSD Bapak Isa Anshori. Selain upacara penutupan, juga dilaksanakan pembagian souvenir kenang-kenangan kepada para peserta.
 
        Semoga setelah kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh Tahun 2018 selama sepuluh hari, dapat menjadi bekal kepada para relawan muda untuk terus mengabdi demi kemanusiaan bagi seluruh calon pendidik.
           

Kamis, 25 Januari 2018

Gladi Tangguh KSR PGSD Unnes 2018


GLADI TANGGUH 2018 KSR PMI SUB UNIT PGSD FIP UNNES ANGKATAN XXXII

                             
24 Januari 2018 – Tiba saatnya acara yang dinanti-nanti oleh peserta Diklatsar 2018. Gladi tangguh dimulai jam 18.30 WIB di ruang Auditorium. Dengan mengenakan pakaian pdl abu-abu dan training hitam, peserta tampak bersemangat mengikuti serangkaian kegiatan walaupun semangat mereka banyak terkuras dalam kegiatan simulasi di pagi harinya. Kegiatan gladi tangguh ini merupakan puncak acara dari kegiatan Diklatsar 2018 yang diselenggarakan KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes untuk mahasiswa PGSD angkatan 2017. Tidak hanya angkatan 2017 saja, ada juga angkatan 2016 yang belum mengikuti Diklatsar ditahun sebelumnya. Diklatsar adalah salah satu program kerja tahunan dari KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes yang bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan tentang kepalangmerahan bagi calon pendidik khususnya di sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung selama sepuluh hari dengan puncak kegiatannya adalah gladi tangguh yang dilaksanakan di malam hari pada hari ke sembilan.
Pelaksanaan gladi tangguh bertujuan untuk mengevaluasi materi-materi yang telah diterima oleh peserta selama kegiatan Diklatsar yang telah dilalui sebelum peserta benar-benar dilantik menjadi anggota Korps Sukarelawan (KSR) PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes. Acara ini dibuka dengan persembahan tari jawa oleh panitia yang kemudian dilanjutkan dengan upacara pembukaan. Upacara dihadiri oleh Ketua Jurusan PGSD FIP Unnes Bapak Isa Anshori, Kepala Laboratorium PGSD FIP Unnes Bapak Sukardi dan Dosen Pembina KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes Ibu Desi Wulandari. Tidak hanya itu dari perwakilan lembaga kemahasiswaan dan unit kemahasiswaan PGSD dan delegasi dari KSR Unit Unnes juga mengikuti proses upacara pembukaan. Bapak Isa Anshori menyalakan obor sebagai simbol dibukanya acara gladi tangguh.
Setelah upacara, peserta kemudian melakukan post tes yang diberikan oleh panitia secara bersama-sama. Selesai mengerjakan post tes, peserta dibagi menjadi sepuluh kloter yang kemudian akan berjalan ke pos-pos yang sudah ditentukan. Tiap kloter diisi dengan komposisi peserta laki-laki dan perempuan dan pemberangkatan dilakukan per kloter dengan selisih alokasi waktu yang berbeda-beda. Sempat terjadi gerimis sebelum pemberangkatan kloter pertama. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, ketika kloter pertama diberangkatkan gerimis sudah reda.
Dari acara ini, yang diharapkan adalah semoga peserta Diklatsar benar-benar telah merefleksikan diri setelah mendapatkan materi-materi selama sepuluh hari dan dapat mengamalkannya dengan baik di kehidupan sehari-hari. Selain itu juga memupuk rasa kesadaran dan kepedulian peserta akan pentingnya pengetahuan tentang kepalangmerahan.
KSR PGSD
Semangat, Siamo!

Hari ke-9 Diklatsar dan Gladi Tangguh


SEMANGAT MEMBARA DI SIMULASI BENCANA

 
24 Januari 2018 – KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes melaksanakan kegiatan simulasi bencana di kampus PGSD Unnes. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB hingga 13.00 WIB yang diikuti oleh seluruh peserta Diklatsar dan Gladi Tangguh 2018 Angkatan 32. Peserta yang telah dibagi per tim simulasi dikondisikan di Asrama Putri PGSD Unnes yang kemudian mendapatkan pengarahan dari panitia. Sedangkan untuk peserta yang berperan sebagai korban sudah mempersiapkan diri di Auditorium PGSD. Lokasi yang digunakan untuk simulasi bencana berada di kampus PGSD. Sedangkan bencana yang digunakan untuk simulasi adalah bencana tanah longsor yang sesuai dengan kondisi kampus PGSD sendiri. 



Pemberangkatan dilakukan per tim dibagi menjadi 3 kloter sesuai dengan tugas yang diemban untuk masing-masing tim. Beberapa tim dibentuk seperti tim assesmen, tenda, evakuator, dapur umum dan masih banyak lagi. Dari beberapa tim yang sudah dibentuk dipimpin oleh seorang koordinator lapangan yaitu Hanung Yoga Pratama. Peserta berantusias dalam melakukan simulasi dengan peran masing-masing. Walaupun menguras banyak tenaga tetapi mereka menikmati apa yang mereka lakukan. Seperti yang berperan sebagai dapur umum, mereka sangat senang untuk melakukan praktek memasak secara langsung. Untung saja cuaca mendukung proses pelaksanaan simulasi. Simulasi berjalan dengan lancar. Ditambah dengan suara-suara sirine di beberapa titik menyebabkan suasana simulasi lebih terasa. Kegiatan juga dihadiri oleh beberapa orang dari PMI yang mengamati dan mengikuti proses hingga selesai.
Di akhir kegiatan, dilakukan evaluasi per tim dengan orang-orang PMI kemudian dilanjutkan evaluasi secara menyeluruh dengan seluruh peserta.  Dengan diadakannya simulasi, peserta dapat merasakan bagaimana rasanya ketika berada dalam situasi bencana. Selain itu juga, memberikan pengalaman peserta untuk menerapkan dan mempraktikkan secara langsung ilmu yang telah didapatkan selama diklatsar.
Relawan Hebat, Penuh Semangat…
Siamo!