Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia
Sub Unit PGSD FIP Universitas Negeri Semarang

Minggu, 24 Oktober 2010

Tugas Pertemuan I....!!!!!

Setiap anak wajib membawa mitela masing - masing 1 buah untuk praktek balut bidai...
Jangan Lupa ea....!!!!
Keterangan Lebih Lanjut hub MAKKO KSR...!!!
Latihan perdana dimulai tanggal 31 Oktober 2010 pukul 15.30 !!!
jangan terlambat ea...
kLo terlambat maka skor nya akan berkurang...^_^
Dalam P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) penggunaan mitela sangat banyak gunanya. Mitela biasanya terbuat dari kain (warna putih) berbentuk segitiga sama kaki dengan ukuran panjang kakinya masing2 90 cm.
Mitela dipergunakan untuk membalut bagian tubuh yang berbentuk bulat dan dapat pula untuk menggantungkan lengan yang cedera. Selain itu mitela dapat dilipat lipat sejajar dengan alasnya untuk dijadikan pembalut berbentuk dasi (cravast)
Mitela akan lebih berfungsi dengan baik apabila menggunakan bahan katun. karena bahan ini dapat ditarik lebih erat dibanding pembalut mitela yang tebuat dari kasa, fungsinya adalah untuk menekan terjadinya pembengkakan pada cedera.

Fungsi pembalutan mitela digunakan untuk luka/cedera :
1. kepala
2. bahu (pundak)
3. dada
4. siku
5. telapak tangan
6. pinggul
7. kaki dan telapak kaki
8. menggantung lengan yang cedera

Fungsi mitela yang dijadikan pembalut dasi atau cravast digunakan untuk luka/cedera :
1. mata
2. lengan, paha dan betis
3. siku
4. kepala
5. rahang, pipi dan pelipis
6. kaki terkilir
7. lutut
8. ketiak
9. dahi dan kepala

DASAR PERTOLONGAN PERTAMA

Pemberian pertolongan segera kepada penderita sakit atau korban kecelakaan yang memerlukan penanganan medis dasar untuk mencegah cacat atau maut.

Tujuan Pertolongan Pertama

1. Menyelamatkan jiwa penderita

2. Mencegah cacat

3. Memberikan rasa nyaman dan menunjang proses penyembuhan

Sistem Pelayanan Gawat Darurat Terpadu

Dalam perkembangannya tindakan pertolongan pertama diharapkan menjadi bagian dari suatu sistem yang dikenal dengan istilah Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu, yaitu sistem pelayanan kedaruratan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bidang kesehatan.

Komponen Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu:

1. Akses dan Komunikasi

Masyarakat harus mengetahui kemana mereka harus meminta bantuan, baik yang umum maupun yang khusus.

2. Pelayanan Pra Rumah Sakit

Secara umum semua orang boleh memberikan pertolongan.

Klasifikasi Penolong:

a. Orang Awam

Tidak terlatih atau memiliki sedikit pengetahuan pertolongan pertama

b. Penolong pertama

Kualifikasi ini yang dicapai oleh KSR PMI

c. Tenaga Khusus/Terlatih

Tenaga yang dilatih secara khusus untuk menanggulangi kedaruratan di Lapangan

3. Tansportasi

Mempersiapkan penderita untuk ditransportasi

Dasar Hukum

PEMBIDAIAN

PENGERTIAN
Bidai atau spalk adalah alat dari kayu, anyaman kawat atau bahan lain yang kuat tetapi ringan yang digunakan untuk menahan atau menjaga agar bagian tulang yang patah tidak bergerak (immobilisasi)

TUJUAN PEMBIDAIAN
1. Mencegah pergerakan / pergeseran dari ujung tulang yang patah
2. Mengurangi terjadinya cedera baru disekitar bagian tulang yang patah
3. Memberi istirahat pada anggota badan yang patah
4. Mengurangi rasa nyeri
5. Mempercepat penyembuhan

MACAM – MACAM BIDAI
1. Bidai keras
Umumnya terbuat dari kayu, alumunium, karton, plastik atau bahan lain yang kuat dan ringan. Pada dasarnya merupakan bidai yang paling baik dan sempurna dalam keadaan darurat. Kesulitannya adalah mendapatkan bahan yang memenuhi syarat di lapangan.
Contoh : bidai kayu, bidai udara, bidai vakum.

PEMBALUTAN, PEMBIDAIAN DAN EVAKUASI PEMBALUTAN

PENGERTIAN
Membalut adalah tindakan untuk menyangga atau menahan bagian tubuh agar tidak bergeser atau berubah dari posisi yang dikehendaki.

TUJUAN
1. Menghindari bagian tubuh agar tidak bergeser dari tempatnya
2. Mencegah terjadinya pembengkakan
3. Menyokong bagian badan yang cidera dan mencegah agar bagian itu tidak bergeser
4. Menutup agar tidak kena cahaya, debu dan kotoran

ALAT DAN BAHAN
1. Mitella adalah pembalut berbentuk segitiga
2. Dasi adalah mitella yang berlipat – lipat sehingga berbentuk seperti dasi
3. Pita adalah pembalut gulung
4. Plester adalah pembalut berperekat
5. Pembalut yang spesifik
6. Kassa steril