Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela Palang Merah Indonesia
Sub Unit PGSD FIP Universitas Negeri Semarang

Kamis, 09 Februari 2017

Gladi Tangguh 2017 KSR PMI Sub Unit PGSD FIP UNNES

Gladi Tangguh 2017 KSR PMI Sub Unit PGSD FIP UNNES

Puncak dari kegiatan Diklatsar yang telah dinanti-nanti pun telah tiba. Tanggal 8 Februari 2017, mahasiswa PGSD yang menjadi peserta Diklatsar melaksanakan agenda terakhir mereka yaitu Gladi Tangguh yang dilaksanakan pada malam hari. Di pagi hari sebelum kegiatan tersebut, peserta melaksanakan kegiatan simulasi bencana yang berlokasi di lapangan kampus PGSD. Simulasi berlangsung mulai pukul 07.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB yang kemudian ditutup dengan evaluasi besar secara bersama-sama sampai pukul 13.00 WIB oleh beberapa pihak dari PMI. Setelah itu peserta Diklatsar berkumpul ditengah lapangan dan diberikan pengarahan oleh panitia Diklatsar untuk datang kembali ke PGSD pada pukul  18.45 WIB guna mengikuti kegiatan Gladi Tangguh.

Peserta Diklatsar mulai berkumpul di Auditorium PGSD pada pukul 18.30 WIB sesuai arahan dari panitia Diklatsar. Hingga pukul 18.45 WIB, peserta dikondisikan untuk mengikuti post test terlebih dahulu. Pemberangkatan gladi tangguh dimulai pada pukul 22.00 WIB. Sebelumnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok campuran yang terdiri dari peserta laki-laki dan perempuan yang berbeda dari komposisi kelompok biasa. Pemberangkatan kelompok baru sesuai dengan kloter yang telah ditentukan. Pemberangkatan kloter pertama berselang 20 menit dengan kloter yang selanjutnya. Untuk kloter yang menunggu waktu pemberangkatan, menunggu di Auditorium PGSD sambil menikmati penampilan dari salah satu kelompok peserta yang menunjukkan beberapa bakat yang mereka miliki. Selain itu dari, peserta kelompok lain juga banyak yang berinisiatif untuk menampilkan bakat-bakat mereka.


Kegiatan Gladi Tangguh ini merupakan salah satu bentuk konkret atau aplikasi dari materi yang telah didapatkan peserta selama kegiatan Diklatsar. Kegiatan ini terdiri dari lima pos praktek dan lima pos bayangan. Dari pos praktek ada pos pertolongan pertama, pos balut bidai, pos gangguan sistem, pos evakuasi dan pos uji mental. Sedangkan untuk pos bayangan berfungsi untuk mengarahkan peserta Gladi Tangguh ke arah pos-pos praktek  yang dituju agar meminimalisir tersesatnya peserta dari arah yang sebenarnya. Peserta melakukan praktek secara langsung di tiap posnya. Perjalanan tiap pos berselang 20 menit untuk ke pos praktek dan 5 menit ke pos bayangan. Antusias peserta baik perjalanan tiap pos maupun praktek langsung. Keseruan tidak berhenti hingga ke pos terakhir yaitu pos uji mental. Di pos ini, peserta diuji ketahanan mentalnya terhadap kondisi-kondisi yang disesuaikan atau diperumpamakan seperti di daerah bencana. Untuk Gladi Tangguh kali ini, konsep uji mentalnya dengan melewati kubangan lumpur bersama dengan kelompoknya da kemudian mencari pita merah di dalam lumpur tersebut yang merupakan simbol untuk pelantikan. Walaupun sempat diguyur air hujan namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para peserta. Dari beberapa peserta yang telah melewati pos mental mereka memberikan beberapa tanggapan baik dari selama ini mengikuti kegiatan Diklatsar selama 10 hari. Mereka mengatakan bahwa banyak pelajaran yang dapat dipetik selam mereka menjadi peserta Diklatsar dan Gladi Tangguh 2017. Dan puji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT yang telah diberikan kelancaran dan kesuksesan dari kegiatan tersebut.
Kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh 2017 kemudian ditutup dengan upacara pelantikan peserta pada hari Kamis, 9 Februari 2017 yang dihadiri oleh Ketua Jurusan PGSD Bapak Isa Ansori, Dosen Pembina KSR PGSD Ibu Desi Wulandari, Ketua Laboratorium Bapak Sukardi dan Bapak Sutaryono. Selain itu, dihadiri juga oleh Bapak Bambang selaku perwakilan dari PMI Kota Semarang dan perwakilan dari lembaga kemahasiswaan dan unit kemahasiswaan PGSD FIP UNNES. Kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh pun diakhiri dengan penyematan simbol pelantikan dan penyerahan kembali bendera Diklatsar dari PMI oleh Bapak Bambang kepada Jurusan oleh Bapak Isa Ansori. Semoga dari kegiatan Diklatsar dan Gladi Tangguh 2017 yang telah dilalui, dapat memberikan manfaat yang berpengaruh positif terhadap kehidupan peserta sehari-hari serta mendapatkan limpahan rahmat dari Allah SWT.


DIKLATSAR DAN GLADI TANGGUH 2017

Relawan Muda!

Siap Siaga!

Terus Berkarya!


SIAMO

Rabu, 08 Februari 2017

Rabu Menggebu-gebu dalam Simulasi Bencana Diklatsar dan Gladi Tangguh 2017




Hari yang sangat di nanti-nantikan oleh para peserta diklatsar yaitu Rabu 8 Februari 2017 karena apa? Hari ini akan ada simulasi bencana yang tentunnya pesertannya dari mahasiswa PGSD yang mengikuti diklatsar. Simulasi bencana merupakan serangkaian acara di mana ada berita bencana yang nantinnya berita itu akan sampai di PMI dan dari pihak PMI akan menerjunkan TIM yaitu Tim PP, Assesment,Triage, Evakuasi, Tenda, Watsan, DU, RFL, Distribusi, Staf Posko, RFL, PSP untuk masuk dan membantu di medan bencana. Pada simulasi bencana kali ini yaitu bencana tanah longsor di kecamatan ngaliyan.
Jalan cerita bencana yaitu pertama dari warga yaitu bapak Bahtiar pada pukul 07.00 memberitahukan bahwa sedang terjadi bencana tanah longsor di kecamatan ngaliyan kepada pihak PMI. Lalu dari pihak PMI segera sigap dan tanggap untuk menyiapkan tim mulai dari Tim PP, Assesment, Triage, Evakuasi, Tenda, Watsan, DU, RFL, Distribusi, Staf Posko, RFL, PSP. Pada tanggap darurat pertama dari pihak PMI menerjunkan tim pertama yaitu Asesment, PP, Evakuasi dan Triage dan Tenda karena memang untuk meninjau keadaan, lalu hari kedua dari pihak PMI memberikan bantuan personil yaitu dari PP, Evakuasi, dan Triage. Segera mereka meluncur ke medan bencana dan melaksanakan tugas, dari jalannya simulasi bencana sangat menegangkan dan juga seru karena mereka mendapat tekanan dari korban maupun warga yang terkena bencana. Lalu karena di rasa kurang personil segera dari pihak PMI menerjunkan tim tambahan di hari ke tiga adapun tim yang di terjunkan yaitu Tenda, Watsan, DU, RFL, Distribusi, Staf Posko dan juga korlab berangkat untuk mengkondisikan di daerah bencana. Pada hari ketiga ini tim sudah mendirikan posko di mana di situ dapat di gunakan untuk korban yang sekirannya dapat di tangani. Dan juga sebagai tempat evakuasi warga yang rumahnnya hancur tertimpa tanah longsor. Pada hari keempat suasana di pengungsian masih belum terkondisikan karena mereka masih trauma dan juga masih banyak warga yang mencari keluarga mereka yang masih hilang, untuk mengatasi masalah di pengungsian, PMI menerjunkan tim RFL dan PSP. Alhamdulillah perjalanan simulasi bencana ini berjalan dengan baik dan seluruh peserta berkumpul di tengah lapangan dan bertepuk tangan bersama-sama.
Sebelum pulang ada evaluasi dari evaluator PMI di mana petugas Evaluator dari Pmi yaitu mas Didik, mas Boni, mas Malik, Mas Imam, dan Mas Yosep memberikan penguatan dan juga memberikan arahan yang benar mengenai penanganan yang baik jika ada bencana. Setelah itu peserta di suruh berkumpul di tengah lapangan untuk distribusi makan dan minum. Akhirnya para peserta simulasi pulang ke rumah dengan tertib.
Diklatsar dan Gladi tangguh 2017 !! Relawan Muda, siap siaga, terus berkarya, Siamoo!!!!


Selasa, 07 Februari 2017

Materi Interktif dengan Pemateri yang Luar Biasa




Hari ini (07/02)  diklatsar dan gladi tangguh KSR PMI Sub Unit PGSD FIP Unnes memasuki hari kedelapan dengan materi penampungan sementara, tenda dan WASH (Water, Sanitation, and Hygienes).
Seperti biasa peserta diklatsar berangkat pukul 06.45 dengan menggunakan dresscode kaos putih dan celana training gelap. Mereka sangat bersemangat ketika masuk terbukti dengan wajah mereka yang berseri-seri. Untuk diklatsar dan gladi tangguh hari kedelapan ini konsepnya berbeda dengan hari sebelumnya karena konsep hari ini dibuat satu ruangan untuk semua kelompok yang bertempat di auditorium. Pada Pukul 07.00 acara diisi dengan senam sehat dan juga ice breaking untuk lebih meningkatkan semangat mereka yang di pandu oleh 2 MC  yang sangat menarik.
Materi dimulai pukul 07.30 dengan materi pertama yaitu penampungan sementara yang di isi oleh Pak Suyanto atau sering di panggil Pak Wo. Materi berjalan sangat menarik karena dengan pengalaman Pak Wo yang sangat banyak. Jadi respon mahasiswa juga sangat baik. Setelah materi selesai  dilanjutkan dengan materi selanjutnya yaitu tenda. Materi ini juga dijelaskan oleh Pak Wo lagi tetapi diselingi waktu 15 menit untuk ice breaking oleh MC. Setelah itu pemateri menerangkan tentang materi macam-macam tenda, tempat ploting area pendirian tenda dan juga cara mendirikan tenda,selain itu juga bercerita tentang pengalamannya ketika di tempat bencana langsung. Peserta diklatsar sangat antusias sekali dalam mendengarkan materi yang di sampaikan karena menurut mereka materi tenda itu sangat menyenangkan dan bermanfaat.
Setelah materi tenda selesai di lanjutkan dengan praktik pendirian tenda. Tenda yang di dirikan yaitu tenda pleton tiang 4. Untuk awal pendirian tenda yaitu peserta di berikan contoh oleh kakak-kakak fungsionaris tentang bagaimana cara mendirikan yang baik dan benar dengan di pandu oleh Pak Wo. Tenda yang akan didirikan cukup besar jadi membutuhkan pasukan sebanyak 12 orang dengan 8 orang memegang 8 tali dan 2 orang sebagai hammer dan 2 orang lagi sebagai mengambil tiang dan pasak. Setelah dicontohkan oleh kakak-kakak fungsionaris selanjutnya giliran peserta untuk mencoba untuk mendirikan tenda. Peserta di bagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok mendirikan tenda dan membongkar tenda. Untuk kelompok pertama yaitu pendirian tenda di pimpin oleh Eriyanto dalam kurun waktu 30 menit tenda sudah berdiri. Kemudian kelompok kedua yaitu kelompok pembongkaran tenda yang di pimpin oleh Syifa dengan kurun waktu 20 menitan. Setelah kedua tim selesai diadakan evaluasi oleh Pak Wo. Peserta sangat menikmati jalannya simulasi pendirian tenda.
Setelah praktek pendirian tenda selesai. Peserta diminta untuk kembali ke Auditorium untuk pengkondisian dan ishoma. Pukul 13.20 WIB materi dilanjutkan kembali dengan materi WASH (Water, Sanitation, and Hygienes)  yang disampaikan oleh Mas Malik. Materi tersebut sangat penting untuk dipahami, karena berguna jika terjadi bencana tentunya WASH sangat diperlukan oleh masyarakat sekitar. Mas Malik tidak hanya menyampaikan materi tetapi juga mempraktikkan bagaimana cara mengubah air keruh menjadi air bersih. Setelah dicontohkan pemateri kemudian peserta juga ikut mempraktekan. Setelah pukul 16.00 materi selesai. Diadakan gladi simulasi untuk besok, gladi simulasi berlangsung lancar dengan dampingan penanggung jawab pertimnya dan dari penanggungjawab simulasi. Diklatsar hari ke delapan selesai pukul 16.45. Diharapkan materi yang disampaikan hari ini dapat diterapkan saat simulasi bencana yang akan dilaksanakan besok